Penjual yang tawakal
Oleh; ahmad ridho
Jika kita berkunjung ke daerah puncak cisarua BOGOR, pastinya kita dapati banyak penjual dimana-mana. Seperti banyakknya pasar yang mengelilingi setiap tepi jalanan. Unik memang, bahkan terheran-heran jika kita melihatnya. Tak ada satupun yang tak terlewatkan tanpa adanya penjual. Mulai dari penjual yang menetap dengan bangunan sederhananya. Ataupun penjual asongan yang berkeliling dengan alat gendongannya. Bermacam-macam yang dijual. Dari makanan sampai pernak pernik yang unik dan bisa kita bawa sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta dirumah…
Penjual dengan banyak bicara(pintar menwarkan) bisanya jadi pusat perhatian bagi para pembeli. Mungkin jadi sebuah keharusan bagi mereka . mereka harus aktif menawarkan dan meyakinkan setiap pembeli. Jika saja tidak aktif untuk menawarkan tertinggallah para penjual yang hanya berdiam diri. Siapa yang cepat dia yang dapat. Bisa dikatakan “man jadda wajadda” siapa yang bersunggu-sungguh maka akan mendapatkannya. Inilah jadi prisnip bagi kaum penjual yang barangkali tidak disadari bahwasannya mereka mengaplikasaikan hadist rasulullah Saw.
Tapi bukan itu yang kita liat. Bagi kita wajar saja, namanya juga penjual pasti memilik karakter yang sama..inti nya menawarkan kepada para pembeli.. seperti itulah yang kita liat. Tapi jika kita memandang dari sisi lain ada yang luar biasa bagi para penjual disana. Bayangkan saja bisa kita hitung berapa ratus jumlah para penjual yang sama. Bisa puluhan bahkan ratusan. Dan bahkan setiap kendaraan umum yang kita tumpangi hampir semua penjual mejual dagangannya yang sama.sampai kita merasa bosen dengan dagangannya yang sama. Tapi bagi mereka(red.Penjual) tidak ada kata bosan untuk menjual barang dagangnannya.
Dari pagi hingga malam hari tak ada kenal lelah untuk terus menawarkann barang dagangannya. Begitu sabar hingga sampai ada yang membelinya. disitulah letak kehebatannya para penjual mungkin bisa kita katakan begitu tawakalnya mereka untutk menjual. Walupun banyak pesaingnya mereka meyakini bahwasannya namanya rizki tidak kemana, ALLAH yang sudah mengatur dan pasti akan ada rizki jika berusaha dengan sungguh-sungguh.itulah Sebuah konsep tawakal bagi para penjual yang harus kita pelajari . ada ibroh pastinya, konsep tawakal sebenarnya sudah dijalani oleh para penjual yang tak pernah kenal henti untuk mendapatkan rizki dari dagangannya yang dijual...
Sebuah keyakinan yang luar biasa dan pastinya kita ambil maknanya. Bagaimana dengan kita yang saat ini masih sering merasa keputus asan jika meghadapi masalah yang kita hadapi..kita sudah berusaha, jka kita gagal merasa bahwasannya usaha kita sia-sia. Tak ada kata sia-sia dimata ALLAH bagi yang beruasaha dan ingat kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT berfirman :”dan Dia memberinya Rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakl kepada ALLAH SWT , Niscaya Allah akan mencukupkan(keperluannya),Sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan-NYA. Sungguh , Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”(QS;At-Talaq; 3).
Inilah janji ALLAH bagi orang-orang yagn tawakal. Kenapa kita harus ragu dengan janji ALLAH yang memiliki Ruh ini. Terkadang, kita salah mengartikan makna tawakal itu sendiri. Tawakal seolah-olah kepasrahan kepada ALLAH tanpa adanya usaha. Inilah kesalahan mengartikan makna ketawakalan. Dan jika kita tawakal berkesan ALLAh akan membantu dangan ketawakalannya tanpa adany usaha, jika tidak tercapai yang kita hasilkan berujung pada kekecewaan. Tawakal bukan berarti kita berdiam sendiri dan diserahkan semua pada Allah Swt tanpa ada nya usaha terlebih dahulu. Lihatlah para penjual yang subahanallah, pernahkah mereka merasa letih jika dagangannya belum terjual satu pun . mereka terus berusaha dan berusaha sampai benar-benar dagangannya laku beberapa barangpun. Tapi sayangnya, sedikit para penjual yang mereka serahkan urusannya pada ALLAH. Walaupun dengan tidak sadar mereka bertawakal, tapi tidak dibarengi dengan keimanan mereka. Ingat ALLAH dengan berdoa dikala waktu sholat –sholat berkumandang pada waktunya.Allahu’alam.
Jika kita yang sudah melaksanakan kewajiban sebagai hamba ALLAH dan merasa beriman kenpa kita tidak berusaha untuk tawakal padaNYA dengan setiaap usaha-usaha kita yang kita jalankan. Janganlah jadi penjual yang tawakal tanpa adanya keimanan.
Semoga kita jadi orang-orang yang bertawakal akan setiap usha yang kita jalankan..amiin.
Allahu’alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
brikan komentar dengan kata-kat yang baik dan sopan